BANTUL– Industri Perbankan syariah mengalami perkembangan yang pesat dalam dua dasawarsa terakhir dimana asetnya tumbuh diatas rata-rata perbankan nasional. Namun dilain sisi masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan diantaranya pangsa pasar yang masih rendah, Sumber Daya Manusia yang belum sharia minded, isu-isu terkait kinerja keuangan, permodalan,  financial Technology ,dan shariah compliance yang masih banyak diperdebatkan.

Perkembangan dan dinamika perbankan syariah di Indonesia perlu mendapatkan pencermatan dari berbagai pihak, baik kalangan birokrasi, akademisi maupun praktisi, agar keberadaan perbankan syariah benar-benar memberikan efek positif bagi perekonomian.

Berdasar pada pemikiran di atas, maka forum akademik ini diselenggarakan untuk mendapatkan berbagai masukan pemikiran terhadap  perbankan syariah di Indonesia.

Pada tanggal 20 Desember 2017 bertempat di Ruang Sidang Gedung KH. Ibrahim Lt 5, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prodi Muamalat menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Penerapan Syariah Compliance dalam Perbankan Syariah. Tujuan kuliah umum ini adalah  untuk memberikan evaluasi terhadap penerapan syariah compliance di perbankan syariah. Kuliah umum ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Prodi Muamalat.

Dalam acara ini, Prodi Muamalat mengundang Muhammad Gunawan Yasni, SE.Ak., MM, CIFA, FIIS sebagai pembicara dan Mukhlis Rahmanto, LC, M.A sebagai moderator. Muhammad Gunawan Yasni adalah seorang ekonom, ahli dan praktisi keuangan syariah, pengajar dan merupakan anggota Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta anggota Dewan Pengawas/Penasehat Syariah di beberapa lembaga keuangan lainnya. Beliau merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), sedangkan gelar Magister Managemen Keuangan beliau dapatkan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Prasetiya Mulya  (STIE Prasetiya Mulya). Beliau memulai karir pada awal tahun 1993 sebagai Staf Pengembangan Pentasena, lalu menjadi Sekretaris Korporat Bank CIC sebelum bergabung dengan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI). Ia juga berprofesi sebagai pengajar dengan menjadi dosen Kajian Timur Tengah-Islam Pascasarjana Universitas Indonesia. (MY)