BANTUL- Pada Hari Rabu, 07 Februari 2017, Fakultas Agama Islam menyelenggarakan FGD (Focus Group Discussion) dengan tema “Arah Pengembangan Studi Islam di Perguruan Tinggi.” Dalam acara ini Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag. diundang sebagai pembicara. Tujuan dari acara ini adalah merumuskan arah pengembangan studi Islam di lingkungan Fakultas Agama Islam dan Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Acara berlangsung pada pukul 08.00 s/d 12.00 bertempat di Ruang Sidang Fakultas Agama Islam, Gedung F6 Lantai 2. Peserta dari acara ini adalah dosen Fakultas Agama Islam dan Pascasarjana UMY.

Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag. baru saja dilantik sebagai Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam pada bulan Januari lalu. Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini diberi amanah untuk bisa membawa Diktis lebih produktif dan efektif dalam pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Dalam FGD di FAI ini beliau menekankan tentang pentingnya riset dan publikasi bagi dosen. Riset dan publikasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing bangsa. Pada perguruan tinggi seharusnya terdapat linearitas, linearitas yang dimaksud disini bukan berarti pendidikan seorang Dosen dari strata satu hingga doktor harus satu fokus ilmu/ jurusan, melainkan fokus pendidikan terakhirnya apa, publikasi yang dihasilkan seperti apa, dan mata kuliah apakah yang diampu. Dengan demikian diharapakan dapat menciptakan dosen-dosen yang inspiratif, handal dan memiliki semangat riset yang tinggi.

Selain dosen, mahasiswa seyogyanya juga diajarkan untuk memiliki semangat riset. Kampus seharusnya memberikan wadah kepada mahasiswa untuk dapat mengembangkan potensi riset mereka. Selama ini sudah ada PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Namun selama ini belum optimal dan belum semua fakultas dapat berperan serta. Diharapkan PKM –PKM selanjutnya akan lebih merata di seluruh PTKI.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah suatu wadah yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam memfasilitasi potensi yang dimiliki mahasiswa Indonesia untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajarinya di perkuliahan kepada masyarakat luas. Program ini merupakan penerus dari Program Karya Alternatif Mahasiswa yang dibentuk pada tahun 1997, yang lalu berganti menjadi Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2001 demi memperluas cakupan dan mengurangi batasan bagi mahasiswa dalam berkreasi. Pada awalnya, PKM memiliki lima sub program, yaitu PKM-Penelitian (PKMP), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dan PKM-Penulisan Artikel Ilmiah (PKM-I). Finalis dari masing-masing PKM akan dilombakan dalam Pekan Ilmiah Nasional(Wikipedia Indonesia).  (My)